Rabu, 16 Januari 2019

KKN 72 Olah Jagung Menjadi Donat


Jagung merupakan makanan pokok selain nasi. Dengan kandungan karbohidrat, zat .besi serta vitamin C di dalamnya, sehingga mampu menambah sumber energi, mencegah anemia, menurunkan kolesterol, dan baik untuk pencernaan. Pengolahan jagung selama ini masih sangat sederhana yaitu dengan direbus, dibakar, ataupun bakwan jagung. Namun, bersama mahasiswa KKN 72 Universitas Trunojoyo Madura jagung disulap menjadi donat yang sangat lezat dengan topping yang bervariasi. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan di rumah Bapak Nasuki selaku Kepala Desa Pakaan Laok, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan dan dihadiri oleh 21 warga di sekitar. Jenis kegiatan ini berupa pelatihan memasak yang memanfaatkan bahan lokal, yaitu jagung. Dikarenakan jagung merupakan komoditi utama di desa ini. Produk yang menjadi unggulan diberi nama DHOJAN yaitu singkatan dari DHOnat Jagung maNis.




Pembuatan DHOJAN cukup sederhana serta bahannya mudah didapat. Adapun bahan yang digunakan adalah 4 buah jagung yang direbus dan dihalukan, 300g tepung terigu, 3 sdm gula halus, 1/8 mentega yang dicairkan, 2 butir kuning telur, setengah sendok fermipan, dan 40g susu bubuk. Topping DHOJAN yang digunakan adalah pasta coklat, jagung manis rebus, meses, krim, dan gula halus. Proses pembuatan DHOJAN yang pertama adalah mencampurkan semua bahan yang kemudian diuleni hingga kalis. Langkah selanjutnya adalah adonan dibanting selama 30 menit. Setelah itu, adonan dibentuk menjadi bulatan kecil yang kemudian didiamkan selama 30 menit dengan tujuan agar donat mengembang. Adonan donat yang sudah mengembang siap untuk digoreng. Ketika donat berubah warna coklat, maka donat diangkat dan ditiriskan. Langkah terakhir adalah memberi topping pada donat yang sudah dingin sesuai selera.
Warga Desa Pakaan Laok sangat antusias pada saat pelatihan pembuatan DHOJAN. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan mereka bertanya mengenai bahan ataupun cara pembuatan DHOJAN serta ikut turun tangan membantu dalam pembuatan donat tersebut. Menurut pendapat Mislia, “DHOJAN ini sangat enak dan memiliki tekstur yang sangat empuk sekali. Semua topping sangat cocok, tapi topping yang paling saya sukai adalah pasta coklat jagung rebus”. Ibu Thowilah juga ikut memberikan pendapatnya, menurut beliau donat jagung rasanya enak, tetapi kurang manis jika belum ditambah dengan topping.
Dengan adanya pelatihan ini dapat menambah wawasan mengenai pengolahan jagung sebagai produk unggul yang bernilai jual tinggi. Warga Desa Pakaan Laok dapat mempraktekkan di rumah untuk disajikan kepada keluarganya terutama anak-anak untuk mengurangi uang jajan mereka. Selain itu, warga Desa Pakaan Laok juga dapat mendirikan industri rumah tangga dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. (Datul)

0 komentar:

Posting Komentar