Kamis, 10 Januari 2019

KKN 72 Mengajar Mengaji

Bukan hal yang baru jika kita berbicara kegiatan membaca ataupun mempelajari Al-Quran dengan sebutan mengaji. Bagi umat islam, kegiatan mengaji merupakan kegiatan yang wajib dilakukan demi mendalami dan mempelajari agama islam sejak dini. Biasanya kegiatan mengaji ini dilaksanakan di sebuah masjid ataupun sebuah bangunan khusus yang dinamakan Madrasah serta di ajari langsung oleh ustadz maupun ustadzah yg sudah berpengalaman. Madrasah sendiri menaungi anak-anak yang ingin mengaji dari yang masih menginjak Taman Kanak-kanak sampai  dewasa. Seperti halnya madrasah yang berada di kecamatan Galis tepatnya di desa Pakaan Laok, dusun Barung. Kegiatan mengaji di dusun ini merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan setiap hari mulai pukul 14.00 hingga pukul 15.00 WIB.
Mengaji, bukan hanya sekedar membaca ayat suci al-quran semata, tetapi juga dimulai dari kegiatan memahami huruf arab, tajwid serta terdapat tambahan kitab-kitab yang ditambahkan sebagai tuntunan untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari menurut sunnah Nabi. Biasanya kitab yang dipelajari mulai dari kitab yang membahas mengenai tata cara sholat yang benar, berwudhu, adab makan-dan minum, berpuasa, dan sebagainya. Hal tersebut di harapkan supaya mereka lebih memahami islam dengan keseluruhan.


Kemarin, hari senin tanggal 8 Januari 2019, kelompok KKN 72 UTM berkesempatan untuk mengunjungi lagi madrasah yang terdapat di dusun Barung Desa Pakaan Laok tersebut, setelah sebelumnya juga sudah mengunjungi pada tanggal 31 Desember 2018. Untuk kedepannya, kunjungan tersebut akan berlangsung setiap hari senin. Kegiatan tersebut tidak semata-mata mengunjungi untuk mengamati kegiatan mengaji, tetapi juga ikut serta dalam mengajari anak-anak yang ada di sana. Madrasah tersebut membagi siswa nya ke dalam tiga kelas yang berbeda, kelas pertama merupakan kelas anak-anak yang masih menginjak TK sampai SD kelas 2. Kelas kedua merupakan kelas yang berisi anak-anak yang masih bersekolah SD kelas 3,4, dan 5. Sedangkan kelas ketiga berisi anak-anak kelas 6 SD sampai SMP. Jumlah muridnya tidak sebanyak murid madrasah lainnya, dikarenakan banyak yang putus mengaji ketika mereka menginjak ke Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Madrasah tersebut juga mempelajari bahasa arab ketika hari Senin, dan hari berikutnya diisi dengan mempelajari kitab maupun membaca Al-Quran bersama-sama. Tak heran bila anak-anak di desa Pakaan Laok ini sudah sangat lancar dalam membaca kitab suci Al-Quran maupun menulis huruf arab. Banyak juga anak-anak di desa ini yang berada di pondok pesantren demi memperdalam agama islam yang dipelajarinya. Pernah mendengar pernyataan yang mengatakan jika orang Madura merupakan orang-orang yang sangat agamis dan menjunjung tinggi agama islam?. Jika pernah, pernyataan tersebut bukan pernyataan yang salah, bahkan pernyataan tersebut nyata adanya. Terbukti dengan pendidikan agama islam yang sangat diutamakan dengan didirikannya madrasah-madrasah demi membimbing generasi berikutnya yang agamis serta lebih mengenal islam untuk masa depan.
Kegiatan mengaji tidak semata diperuntukkan untuk anak-anak kecil saja, tetapi remaja dan juga orang dewasa juga boleh ikut dalam kegiatan mengaji. Jika dirasa malu ketika datang ke madarasah, tidak usah khawatir, megaji juga dapat dilaksanakan di rumah sendiri dengan bimbingan orang tua atau kerabat yang dapat membimbing dengan baik. Kegiatan mengaji di dusun Barung Pakaan Laok ini tidak hanya dilaksanakan di Madarasah semata, tetapi mereka semua juga mengaji di rumahnya masing-masing ketika setelah melaksanakan sholat maghrib. Lantunan ayat suci Al-Quran selalu terdengar merdu ketika setelah matahari tak lagi menampakkan sinarnya hingga matahari muncul kembali di ufuk timur desa Pakaan Laok ini. (Zaina)



0 komentar:

Posting Komentar