Minggu, 27 Januari 2019

MENJELANG TAHUN BARU

Minggu, 30 Desember 2018, KKN kelompok 72 Universitas Trunojoyo Madura yang mengabdi di Desa Pakaan Laok Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan mengadakan acara tahun baruan bersama warga setempat. Persiapan dilaksanakan mulai dari siang hari sampai menjelang malam. Hal yang dipersiapkan yakni pembuatan makanan untuk konsumsi warga dan juga persiapan tempat untuk pelaksanaan acara tahun baruan.
Malam tahun baru yang diadakan pada tahun lalu hanya sekedar berkumpul bersama warga di bukit Barung sampai bergantinya tahun. Namun dengan ide yang disumbang oleh kelompok KKN 72, maka acara tahun baru dikonsep berbeda dari sebelumnya. Dengan disetujui oleh bapak Kepala Desa, maka tercetuslah acara menonton film bersama warga serta karaokean bersama. Acara digelar di atas bukit Barung yang terletak di Dusun Barung Desa Pakaan Laok Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan.



Mempersiapkan makanan yang akan disantap oleh warga merupakan tugas para perempuan. Menanak nasi, menggoreng lauk serta membuat sambal sudah dimulai sejak siang hari oleh anggota keluarga  Kepala Desa dan dibantu oleh rekan-rekan putri KKN 72. Sedangkan rekan-rekan yang putra membantu mempersiapkan tempat yang berada di bukit Barung. Setlah semuanya dirasa siap, baik dari segi konsumsi maupun tempat, acara dimulai. Pukul sembilan malam waktu itu, momen menegangkan terjadi. Ketika semua orang telah berkumpul di atas bukit, tiba-tiba hujan datang menerpa, tidak langsung deras, namun cukup membuat basah semua orang. Dan kahirnya, acarapun berubah haluan dan berakhir digelar di depan rumah bapak Kepala Desa, bapak Nasuki.
Dikarenakan hujan mendadak mengguyur sebelum acara dimulai, banyak anak-anak yang memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, dan yang menghadiri acara kebanyakan orang deawasa terutama bapak-bapak. Atas saran dari mereka maka film yang diputar adalah film ber-genre horor. Danur, merupakan film pilihan yang diputarkan untuk di tonton bersama. Untuk peralatan menonton film seperti proyektor sudah disedikan oleh bapak Kepala Desa.
Kebersamaan, menjadi momentum yang paling dicari ketika diadakannya acara seperti ini. kebersamaan membuat kita bisa membaur dengan akrab serta kebersamaan juga menjadikan kita tidak merasakan kesepian kembali. sejenak meresapi kebersamaan untuk menghilangkan rasa kebosanan bukanlah hal yang sulit. Namun membuat momentum kebersamaanlah yang sedikit menguras tenaga. Jika diberi kesempatan untuk bersama, maka manfaatkan, sebelum kesepian merajai dan membuat sepi kembali menggerogoti.
Zainatus Sholikhah


0 komentar:

Posting Komentar