Pameran Produk KKN 72

Berikut adalah 2 produk unnggulan yaitu DHOJAN dan Es Javanis

Pakaan Laok

Banyak hal yang bisa ditemukan didesa Pakaan Laok yang mungkin tidak ada di Desa lainnya

KKN 72 Mengajar Mengaji

Mengaji, bukan hanya sekedar membaca ayat suci al-quran semata, tetapi juga dimulai dari kegiatan memahami huruf arab, tajwid serta terdapat tambahan kitab-kitab yang ditambahkan sebagai tuntunan untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari menurut sunnah Nabi

Olahan Donat Jagung

Bersama mahasiswa KKN 72 Universitas Trunojoyo Madura jagung disulap menjadi donat yang sangat lezat dengan topping yang bervariasi

Es Javanis

Es Jagung Vanila Manis menjadi saksi telah diadakannya pelatihan olahan jagung yang kedua setelah donat jagung

Sabtu, 27 Juli 2019

Pameran Online

BROWNIS JAGUNG
Bahan-Bahan
  • SP                      1/3   Sendok Makan
  • Telur                  3      Butir
  • Gula                  10    Sendok Makan
  • Terigu                6      Sendok Makan
  • Santan               11    Sendok Makan
  • Tepung Jagung  4      Sendok Makan
  • Mentega                    Secukupnya



·         Cara Pembuatan


  • Siapkan Bahan 

     
  • Campurkan telur, gula, dan SP kemudian aduk sampai mengembang



  • Kemudian masukkan terigu dan tepung jagung, sedikit demi sedikit dan aduk secara merata dan santan juga

  • Oleskan mentega dan tuangkan adonan ke dalam loyang
 

  • Kukus selama kurang lebih 30 menit 


  • Setelah matang angkat dan berikan toping sesuka selera
 
 

KOPAJA (Kopi Jagung)

  Bahan-bahan
1.       Bubuk kopi Hitam            1              Kg
2.       Tepung jagung                 3              Kg

·         Cara Pembuatan
  • Siapkan 1 Baskom untuk tempat pencampuran kopi dan jagung
  • Masukkan 1 Kg kopi Ke baskom yang akan dibuat kopi jagung
  • Setelah itu masukkan 3 Kg tepung jagung yang sebelumnya telah dihaluskan terlebih dahulu
  • Kemudian campur hingga merata
Harga Jual Tiap Kemasan
  • Brownis         : Rp 20.000
  • Kopi Jagung  : Rp 10.000
 Manfaat Konsumsi Produk
  • Bebas Kafein sehingga cocok bagi penderita penyakit maag, diabetis, dan darah tinggi
  • Meningkatkan stamina dalam tubuh
  • Baik untuk pencernaan karena jagung merupakan salah satu makanan kaya serat, baik serat larut dan tidak larut
  • Menurunkan kolesterol
  • menaikkan berat badan karena jagung mengandung karbohidrat
Pangsa Pasar
  • Oleh-oleh khas Madura
  •  Dapat dikonsumsi umur 15 tahun keatas 


         Brownis Jagung dan Kopi Jagung menggunakan sumber daya alam berupa jagung, dimana jagung tersebut merupakan sumber daya unggulan dari Desa Pakaan Laok. Brownis Jagung dan Kopi Jagung ini merupakan salah satu dari KKN 57 yang diberinama Broja (Brownis Jagung dan Kopaja (Kopi Jagung). Kreatifitas pada produk unggulan Brownis dan Kopi dari produk-produk pada umumnya ialah adanya penambahan Jagung pada bahan baku pembuatan produk, bahan baku jagung yang diperoleh dari perkebunan warga sekitar desa Pakaan Laok

Jumat, 26 Juli 2019

Profil Desa Pakaan Laok Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan

Profil Desa Pakaan Laok Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan

Dilihat dari kondisi geografi Desa Pakaan Laok merupakan Desa yang berada di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, kode pos 69173. Desa Pakaan Laok memiliki luas wilayah 401,00 Ha yang berbatasan langsung dengan beberapa desa. 
           Batas desa sebelah utara : Desa Kranggan Timur dan Desa Pakaan Dajjah, sebelah selatan : Desa Pakong dan Desa Manggan, sebelah barat : Kecamatan Modung, dan sebelah timur : Desa Galis dan Pekadan. Tanah desa ini terdiri dari 361,00 Ha tanah tegalan dan 40,00 Ha bangunan atau tegalan. Pakaan Laok sudah didedikasi sebagai kampung KB oleh pemerintah, maka dari itu, program KB di desa ini sangat dijalankan demi menekan angka pertambahan penduduk yang semakin membludak. Selain program KB, program pemerintah yang dijalankan yaitu PKH (Program Keluarga Harapan). PKH sendiri di programkan untuk meningkatkan angka perekonomiain di Desa Pakaan Laok. Dari data BPS Bangkalan Kecamatan Galis dalam angka tahun 2018, Desa Pakaan Laok memiliki total penduduk  3.295 jiwa yang terdiri dari 1.579 laki-laki dan 1.615 perempuan.
           Mempunyai  luas tanah sekitar 397.617 km3 desa Pakaan Laok dibagi menjadi 5 dusun. Dusun pertama yakni Dusun Barung, yang kedua adalah Dusun Pakaan Laok, dusun yang ketiga adalah Dusun Taman Sari, keempat adalah Dsusun Pakaan Tengah, dan dusun terakhir adalah Dusun Sumber Kara. Kelima dusun tersebut masing-masing dipimpin oleh satu kepala dusun atau biasa di sebut Apel (dalam bahasa setempat). Kepala Dusun bertugas untuk menghubungkan semua warga di desa Pakaan Laok, serta membantu tugas kepala Desa untuk mengatur seluruh bagian yang ada di desa. Tiap harinya, para Kepala Dusun berkumpul di rumah bapak Kepala Desa untuk membahas keperluan apa saja yang mungkin dibutuhkan di setiap dusun maupun di seluruh Desa Pakaan Laok. Desa Pakaan Laok belum memiliki kantor Kepala Desa, maka dari itu, seluruh kegatan yang berhubungan dengan desa, dilaksanakan di rumah Kepala Desa (Klebun).
          Desa Pakaan Laok memiliki banyak sumber daya alam yang tersebar di beberapa dusun. Terdapat banyak manfaat dari hasil sumber  daya alam di desa pakaan laok baik itu dari pertanian maupun dari sumberdaya alam yang lain. Banyak  potensi desa yang tersembunyi dan belum tereksplor oleh masyarakat. Hasil pertanian yang dapat ditingkatkan produktifitasnya seperti jagung, cabai, kacang, dan kentang jawa (larbhe’).
            Selain hasil pertanian, desa Pakaan Laok juga memiliki beberapa sumber daya alam yang lain yaitu sumber mata air, bukit-bukit, dan goa yang tersebar di beberapa dusun. Sumber mata air tersebut diantaranya sumber paka’, sumber kara, sumber  tengah, sumber timur, sumber taman dan sumber kaltar, yang memiliki khasiat diantaranya menyembuhkan penyakit, awet muda, sumber tersebut juga memiliki berbagai mitos dan fakta yang diyakini oleh masyarakat sekitar. Goa yang ada salah satunya goa leng lang , serta terdapat bukit yang sangat indah yaitu bukit seleret dan bukit bherung.

             Desa Pakaan Laok memiliki 3 Bhujuk, diantaranya Bhujuk Barung, Bhujuk Cetak, dan Bhujuk Seleret. Ketiga Bhujuk tersebut merupakan makam dari tokoh-tokoh penyebar agama islam pertama kali di desa Pakaan Laok dan merupakan persinggahan terakhir para syekh sehingga banyak makam-makam yang dijadikan bhujuk oleh masyarakat Pakaan laok bahkan desa-desa lainnya. Ketiga bhujuk tersebut terdapat di dataran tinggi Pakaan laok.
               Desa Pakaan Laok memiliki kearifan lokal yang masih kental, tetapi sangat disayangkan banyak pemuda desa yang lebih memilih merantau ke luar dari pada mengelola desanya. Pemuda desa kebanyakan memilih merantau karena mereka belum memiliki keahlian-keahlian yang cukup untuk bekerja di daerahnya. Desa Pakaan Laok memiliki potensi yang cukup baik apa bila dikembangkan.
             Secara umum masyarakat Desa Pakaan Laok memiliki beberapa mata pencaharian diantaranya, petani, peternak, industri, penambang, konstruksi, pedagang, jasa dan lain-lain. Selain itu masyarakat Desa Pakaan Laok juga ada yang bekerja sebagai aparat berwajib dan bekerja di perkantoran.

Riska Fitria Asfiati

Studi Sumberdaya Alam Desa


STUDI SUMBERDAYA ALAM DESA


Program  Studi Pengenalan Sumberdaya Alam Desa merupakan program dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mandiri 57 Universitas Trunojoyo Madura yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 20-21 Juli 2019 bertempat disumber mata air , tempat optimalisasi bukit, serta kolam lele yang termasuk program unggulan KKN-57 UTM, kemudian dijadikan media pembelajaran. Target peserta  adalah anak SD-SMP sederajat. Progaram ini bertujuan untuk memperkenalakan sumberdaya alam di desa Paka’an Laok pada anak – anak dimana nantinya akan menjadi penerus di Paka’an Laok. Harapannya adalah generasi penerus desa Paka’an Laok mengenal sumberdaya alam di desa Paka’an Laok sejak dini sehingga di beberapa tahun mendatang ada gagasan briliant dari mereka yang dapat mengembangkan desa menjadi lebih baik.

Program dilaksanakan dengan mekanisme feel trip yang dimulai dari Bukit Seleret. Materi yang diberikan berkenaan dengan kesadaran wisata dan keberadaan flora fauna.  Kemudian dianjutkan ke sumber mata air dimana teman-teman di kenalkan mengenai pemanfaatan air yang dikemas secara sederhana untuk mempermudah pemahaman. Terakhir yaitu berkunjung ke kolam lele yang digunakan untuk pelatihan budidaya lele pada tanggal 17 Juli 2019 yang kemudian diinventariskan sebagai media pembelajaran desa diletakan di kediaman Kepala Desa Paka’an Laok. Kunjungan ke kolam lele bertujuan untuk menunjukan secara langsung bentuk pemanfaatan air dan mengenali morfologi serta cara hidup lele.